SEJARAH LAGU KEBANGSAAN
“Indonesia Raya”
“Indonesia Raya”
Lagu
“Indonesia Raya” adalah gubahan komponis Muda Indonesia bernama Wage Rudolph
Soepratman.
1.
Almarhum Wage Rudolph Soepratman
adalah seorang guru dan juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda” dan pengarang buku.
Sejak kecil Soepratman gemar sekali bermain biola.
2.
Wage Rudolph
Soepratman adalah putra seorang sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Soepratman dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret
1903 dan meninggal dunia pada malam selasa tanggal 16 Agustus di Surabaya .
3.
Semangat nasional telah mengisi
seluruh jiwa Soepratman pada waktu itu. Semangat yang berwujud kemauan ingin
menciptakan Lagu Kebangsaan. Akhirnya ia dapat menciptakan Lagu Indonesia Raya.
Lagu
Indonesia Raya tiu dipersembahkan oleh Soepratman kepada masyarakat di dalam
konggers Pemuda Indonesia
tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesiche Club, Jln.Kramat 106 Jakarta.
Lagu Indonesia Raya untuk pertama kali diperdengarkan dalam Konggres itu sesuai
pula dengan semangat Persatuan Pemuda yang menyala-nyala pada waktu itu, maka
ketika Lagu Indonesia Raya diperkenalkan kepada peserta konggres, dengan serta
merta lagu itu mendapat sambutan yang hangat sekali.
Sejak tiu
pada tiap-tiap pertemuan Pemuda Indonesia
selalu dibuka dan ditutup dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Organisasi Rakyat
Indonesia, Partai Politik, Organisasi Pemuda, Wanita, Kepanduan (Kepramukaan),
seluruh rakyat Indonesia yang sadar, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai Lagu
Kebangsaan.
Pada jaman
penjajahan, Lagu Indonesia Raya sering dilarang, dihalang-halangi oleh
Pemerintahan Kolonial Belanda oleh suatu ketika Pemerintah Jepang di Indonesia.
Pemerintah Belanda telah pula meminta agar kata-kata dalam lagu Indonesia Raya
diubah. Akan tetapi berkat semangat perjuangan dan Peraturan Rakyat dan Pemuda Indonesia
segala rintangan itu dpata dilenyapkan
ORGANISASI
GERAKAN PRAMUKA
Sejarah singkat gerakan pramuka
“dari gerakan kepanduan ke gerakan kepramukaan”
Tahun 1908,
ayor Jendral Robert Boden Powell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan
di luar sekolah untuk anak-anak Inggris, dengan tujuan agar menjadi manusia,
warga, dan anggota masyarakat Inggris yang baik sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan kerajaan Inggris saat itu. Untuk itu beliau mengarang sebuah buku
yaitu “Scouting for Boys”, buku itu berisi pengalaman beliau dan latihan apa
yang diperlukan oleh para Pramuka.
Gagasan
Boden Pawell dinilai cermerang dan sangat menarik sehingga diikuti dan
didirikan kepanduan di negara-negara lain. Diantaranya di negeri Belanda dengan
nama Padvider atau Padvinderij.
Dan dibawa
ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama
NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia
Belanda).
Oleh
pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan
membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga
muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders
Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche
Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan
adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka
K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
Dengan
meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930
organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda
Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun
1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi
BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu
pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak
yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah
tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28
Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
Sekitar
tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang
terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia)
berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun
1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari
kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama
PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Karena
masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan
gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi
gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi
kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana
Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961
tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs
Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam
Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya
badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan
gerakan pramuka dilarang keberadaannya.
Riwayat
hidup
“ROBERT
STEPHENSON SMYTH Baden Powell”
Lahir
tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama
powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika
Stephenson masih kecil.
Pengalaman
Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan
menarik diantaranya :
a.
Karena ditinggal bapak sejak kecil,
maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b.
Dari kakaknya mendapat latihan
keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
c.
Sifat Baden Powell yang sangat cerdas,
gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan
menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d.
Pengalaman di India sebagai pembantu
Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang
di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
e.
Terkepung bangsa Boer di kota
Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
f.
Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu
di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman
ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara
muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.
William
Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih
anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian
dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak
berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8
hari.
Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang
anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell
meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
LAMBANG
GERAKAN PRAMUKA
Lambang gerakan pramuka adalah tanda
pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak
Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan
Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini
ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72
tahun 1972.
Bentuk dan Arti Kiasan
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas
kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :
1.
Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal
bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi
baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota
pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia .
2.
Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun
juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang
yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam
menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan
kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia .
3.
Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya
upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan
bagaimanapun juga.
4.
Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu
pohon yang tertinggi di Indonesia .
Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi
dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah
diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5.
Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam
tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang
berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan
nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna
mencapai cita-citanya.
6.
Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung
atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah
manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan
tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
Penggunaan Lambang
Gambar lambang gerakan pramuka
Struktur Organisasi Gerakan Pramuka
MOTTO GERAKAN PRAMUKA
Motto Gerakan Pramuka adalah “ SATYAKU
KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “
Manfaat
Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :
1.
Menanamkam rasa percaya diri.
2.
Menambah semangat pengabdian pada masyarakat,
bangsa dan negara.
3.
Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.
4.
Rasa bangga sebagai Pramuka.
5.
Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.
Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat
bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka
dalam kehidupan sehari hari.
Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan
Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan
Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.
KIASAN DASAR
1.
Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam
Kepramukaan, dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan
perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam
kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan
merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi
anggota muda dan anggota dewasa muda.
2.
Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan
sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses
Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota
dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman
KODE KEHORMATAN
1.
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya
dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode
Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
2.
Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya
adalah:
a.
Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota
Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
b.
Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara
sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
c.
Titik tolak memasuki proses pendidikan
sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional,
sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota
masyarakat lingkungannya.
3.
Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk
Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah:
a.
Alat proses pendidikan sendiri yang progresif
untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
b.
Upaya memberi pengalaman praktis yang
mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai
yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
c.
Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai
tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka
manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki
rasa kebersamaan dan gotong royong;
d.
Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan
landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur
hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
4.
Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya
Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan
Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi.
5.
Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan
Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.
PENGAMALAN KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Kode Kehormatan dilaksanakan dengan :
1.
Menjalankan ibadah menurut agama dan
kepercayaan masing-masing
2.
Membina kesadaran berbangsa dan bernegara
3.
Mengenal , memelihara, dan melestarikan
lingkungan beserta alam seisinya
4.
Memiliki sikap kebersamaan , tidak
mementingkan diri sendiri , baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam
kehidupan bermasyarakat , membina persaudaraan dengan pramuka sedunia
5.
Hidup secara sehat jasmani dan rohani
6.
Belajar mendengar , menghargai dan menerima
pendapat / gagasan orang lain , membina sikap mawas diri , bersikap terbuka ,
mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama , mengutamakan
kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan
bertingkah laku sopan , ramah dan sabar
7.
Membiasakan diri memberikan pertolongan dan
berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun social , membina ketabahn dan
kesabaran dalam menghadapi /mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenail
sikap putus asa
8.
Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang
ditawarkan sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan , berupaya
melatih ketrampilan dan pengetahuan sesuai kemampuanya , riang gembira dalam
menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan
9.
Bertindak dan hidup secara hemat , serasi dan
tidak berlebihan , teliti , waspada dan tidak melakukan hal yang mubadzir
dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan
mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi
10.
Mengendalikan dan mengatur diri , berani
menghadapi tantangan dan kenyataan , berani dalam kebenaran , berani mengakui
kesalahan , memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar , taat terhadap
aturan dan kesepakatan
11.
Membiasakan diri menepati janji , memenuhi
aturan dan ketentuan yang berlaku , kesediaan untuk bertanggung jawab atas
segala tindakan dan perbuatan , bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun
materi
12.
Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik,
dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan , berhati – hati
dalam bertindak , bersikap dan berbicara
PRAMUKA BERDASARKAN TINGKATAN USIA
Dibedakan menjadi 5 tingkatan yaitu :
1.
Pramuka Siaga
Siaga adalah sebutan bagi anggota
Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan
kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia
mensiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi
Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.
Kode kehormatan
Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada
dua, Dwi Satya (janji Pramuka Siaga), dan Dwi Darma (ketentuan
moral Pramuka Siaga). Adapun isinya adalah:
DWI SATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan :
bersungguh-sungguh
1.
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan,
Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga
2.
setiap hari berbuat kebajikan
DWI DARMA
1.
Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
2.
Siaga berani dan tidak putus asa
Dua Kode
Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka
Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat.
Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan-satuan dari
beberapa barung disebut Perindukan. Setiap Barung beranggotakan 5-10 orang
Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung yang dipilih oleh
anggota Barung itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Barung ini nanti akan
memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut
Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh
Sulung.
Dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat,
yaitu:
1.
Mula
2.
Bantu
3.
Tata
Setiap anggota Barung yang
telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda
Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju
sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar hijau. TKU untuk Siaga
berbentuk sebuah janur atau disebut Mancung yakni bunga pohon kelapa yang baru
tumbuh
TKU UNTUK
PRAMUKA SIAGA
a.
Semua TKU untuk Pramuka Siaga dibuat dari
kain,
b.
Tanda tingkat Siaga Mula :
1.
berbentuk jajaran genjang, dengan sisi pendek 1,3 cm dan
sisi panjang 5 cm, warna dasar hijau tua, letaknya miring 300 ke kanan atas
2.
di dalam jajaran genjang tersebut terdapat
gambar kelopak bunga kelapa yang sudah mulai terbuka, berwarna putih
3.
Garis tepi jajaran genjang berwarna hitam
4.
Jumlah jajaran genjang : satu buah
c.
Tanda tingkat Siaga Bantu :
1.
bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama
dengan tanda Tingkat Siaga Mula
2.
Jumlah jajaran genjang : dua buah
d.
Tanda tingkat Siaga Tata :
1.
bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama
dengan tanda Tingkat Siaga Mula
2.
Jumlah jajaran genjang : tiga buah
Pramuka Penggalang
Penggalang adalah sebuah
golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang berusia dari 11-15
tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa
penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang
dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa
bersejarah yaitu konggres para pemuda Indonesia yang dikenal dengan "
Soempah Pemoeda" pada tahun 1928 .
Kode kehormatan Kode Kehormatan
bagi Pramuka Penggalang ada dua, Tri Satya (janji Pramuka Pengalang),
dan Dasa Darma (ketentuan moral Pramuka Penggalang).
Adapun isinya adalah:
Trisatya
Pramuka Penggalang
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Ä Menjalankan kewajibanku
terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesi dan mengamalkan Pancasila
Ä
menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri
membangun masyarakat
Ä menepati Dasadarma.
Dasadarma
Pramuka
Pramuka itu:
1.
Taqwa Kepada Tuhan Yang maha Esa.
2.
Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.
Patriot yang sopan dan kesatria
4.
Patuh dan suka bermusyawarah.
5.
Rela menolong dan tabah.
6.
rajin, trampil dan gembira.
7.
Hemat, cermat dan bersahaja.
8.
Disiplin, berani dan setia.
9.
Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.
Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penggalang disebut
Regu dan Kesatuan dari beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu beranggotakan
5-10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu ( Pinru )
yang dipilih oleh anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini
nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama
yang disebut Pratama. Pasukan yang terdiri dari beberapa regu tersebut dipimpin
oleh seorang Pratama.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan,
yaitu:
1. Penggalang Ramu
2. Penggalang Rakit
3. Penggalang Terap
Setiap anggota Penggalang yang telah
menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda
Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju sebelah
kiri dibawah tanda barung berwarna dasar Merah. TKU untuk Penggalang berbentuk
sebuah janur yang terlipat dua dengan gambar Manggar yakni nama bunga pohon
kelapa.
TKU untuk Pramuka
Penggalang
a.
Semua TKU untuk Pramuka Penggalang dibuat dari
kain,
b.
Tanda tingkat Penggalang Ramu :
1.
berbentuk
huruf V, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang kaki 4,5 cm, dan kedua kaki
itu membentuk sudut 120 derajat, berwarna dasar merah. Sisi panjang kaki-kaki
hurf V itu lurus.
2.
di dalam kedua kaki huruf V itu terdapat gambar mayang terurai
(bertangkai bunga tiga buah) dan berwarna putih
3.
Garis tepi dari huruf V berwarna hitam
4.
Jumlah bentuk huruf V : satu buah
c.
Tanda tingkat Penggalang Rakit :
1.
bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama
dengan tanda Tingkat Penggalang Ramu.
2.
jumlah bentuk huruf V : dua buah
d.
Tanda
tingkat Penggalang Terap :
1.
bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama
dengan tanda Tingkat Penggalang Ramu
2.
Jumlah bentuk huruf V : tiga buah
e.
Dikenakan pada lengan baju seragam Pramuka
sebelah kiri, dengan kedudukan seperti huruf V menghadap ke atas, di bawah
Tanda Regunya.
3.
Pramuka Penegak
Penegak adalah sebuah golongan
setelah pramuka Penggalang . Anggota pramuka penegak berusia dari
16-20 tahun.
Kode
kehormatan Kode Kehormatan bagi Pramuka penegak ada dua, Tri Satya dan Dasa
Darma.
Adapun isinya adalah:
Trisatya Pramuka penegak
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
Ä
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan,
Negara Kesatuan Republik Indonesi dan mengamalkan Pancasila
Ä menolong sesama hidup
dan ikut serta membangun masyarakat
Ä menepati Dasadarma.
Dasa
Darma Pramuka
Sama dengan penggalang.
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut sangga
dan Kesatuan dari beberapa sangga disebut ambalan. Setiap Regu beranggotakan
5-10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang
dipilih oleh anggota sangga itu sendiri. Melalui musyawarah ambalan maka akan
dipilih seorang pemimpin ambalan yaitu Pradana.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada
dua tingkatan, yaitu:
1. Penegak Bantara
2. Penegak Laksana
Setiap anggota Penegak yang telah
menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda
Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada bahu.
TKU untuk Pramuka
Penegak
a.
Semua TKU untuk Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat
dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat
dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas.
b.
Tanda
tingkat Penegak Bantara :
1.
berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua, dengan panjang sisi
alas 5 cm, sisi atas 4 cm, dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing
7,5 cm.
2.
di dalam trapezium tersebut terdapat gambar sebuah bintang
bersudut lima ,
di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan dan di bawah tunas
kelapa ini terdapat tulisan
BANTARA.
c.
Tanda tingkat Penegak Laksana :
1.
bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama
dengan tanda Tingkat Penegak Bantara
2.
di bawah sepasang tunas kelapa terdapat
tulisan berbunyi LAKSANA
4.
Pramuka Pandega
Pandega adalah sebuah golongan
setelah pramuka Penegak . Anggota pramuka penggalang berusia dari 21-24 tahun.
Kode kehormatan Kode Kehormatan
bagi Pramuka Pandega ada dua, Tri Satya dan Dasa Darma.
Adapun isinya adalah:
Sama dengan penegak
TKU untuk
Pramuka Pandega
a.
TKU untuk Pramuka Pandega berupa tanda pundak yang dibuat
dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang
atau logam berwarna kuning emas.
b.
Tanda tingkat Pandega :
1.
berbentuk trapesium, berwarna dasar coklat
muda, dengan ukuran dan gambar seperti tanda Tingkat Penegak
2.
di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi PANDEGA
AMBALAN DAN RACANA
Untuk
Penegak disebut Ambalan sedangkan Pandega disebut Racana
1.
Ambalan atau Racana terdiri atas paling banyak 40 orang
Pramuka.
2.
Ambalan Penegak dapat dibagi dalam satuan-satuan kecil yang
disebut ‘sangga’ yang masig-masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang
Pramuka Penegak. Sedangkan Racana Pandega tidak dibagi dalam satuan-satuan
kecil
3.
Pembentukan sangga dilakukan oleh para Pramuka Penegak sendiri.
4.
Tiap sangga menggunakan nama dan lambang sesuai dengan
aspirasinya, dengan ketentuan tidak menggunakan nama dan lambang yang sudah
digunakan oleh badan dan organisasi lain.
5.
Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Ambalan Penegak atau
Racana Pandega dapat membentuk Sangga Kerja .Sangga Kerja bersifat sementara
sesuai dengan tugas yang harus dikerjakannya.
6.
Nama Ambalan/ Racana dapat mengambil nama Pahlawan,
Tokoh yang berjasa kepada Negara atau nama lain yang memiliki arti bagi
Ambalan/ Racana itu.
5.
Pembina
Berusia
26 tahun keatas, bertugas mendidik anak didik unyuk menjadi pramuka yang
berkepribadian baik dan berwatak baik
SALAM PRAMUKA
Salam
(Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka.
Salam
adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar
tata susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia .
Fungsi Salam Pramuka.
Salam
untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang
kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling
menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh
keikhlasan.
Dalam
menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan
cara melakukan gerakan penghormatan.
Salam
Pramuka digolongkan menjadi 3 macam :
1.
Salam Biasa.
Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka.
2.
Salam Hormat.
Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang
kedudukannya lebih tinggi.
Untuk Salam hormat diberikan kepada :
a.
Bendera kebangsaan ketika dalam Upacara.
b.
Jenasah yang sedang lewat atau akan
dimakamkan.
c.
Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar,
para menteri dan pejabat lainnya.
d.
Lagu Kebangsaan.
3.
Salam Janji.
Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang
sedang dilantik (Dalam pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya)
Perbedaan penggunaan jumlah
jari saat salam antara pandu didunia dan pandu di indonesia
Di
indonesia menggunakan lima jari karena berdasarkan isi pancasila, sedangkan
pandu di dunia menggunakan tiga jari karena berdasarkan isi janji pramuka atau
try satya.
MACAM-MACAM TANDA PENGENAL
PRAMUKA
1.
Tanda Umum
Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang
sudah dilantik, baik putra maupun putri.
Contoh : Tanda tutup kepala, setangan / pita leher, tanda
pelantikan, tanda harian, tanda WOSM
2.
Tanda Satuan
Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu,
tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung.
Contoh : Tanda barung / regu / sangga,
gugusdepan, kwartir, Mabi, krida, saka, Lencana daerah, satuan dan lain-lain.
3.
Tanda Jabatan
Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota
Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka
Contoh : Tanda pemimpin / wakil pemimpin
barung / regu / sangga, sulung,pratama, pradana, pemimpin / wakil krida / saka,
Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong
Saka, Dewan Saka dan lain-lain.
4.
Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan,
sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan
usianya.
Macamnya : Tanda kecakapan
umum / khusus, pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.
5.
Tanda Kehormatan
Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada
seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan
bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan
umat manusia.
Macamnya :
Peserta didik :
Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan.
Orang dewasa : Pancawarsa, Darma Bakti,
Wiratama, Melati, Tunas Kencana.
NAMA - NAMA SATUAN KARYA/ SAKA
NO
|
NAMA SAKA
|
BIDANG KEGIATAN
|
DASAR HUKUM
|
1.
|
Bahari
|
Kebaharian
|
SK.No.019 Tahun 1991
|
2.
|
Bhakti Husada
|
Kesehatan
|
SK.No.053 Tahun 1985
|
3.
|
Bhayangkara
|
Kamtibmas
|
SK.No.020 Tahun 1991
|
4.
|
Dirgantara
|
Kedirgantaraan
|
SK.No.018 Tahun 1991
|
5.
|
Kencana
|
Kepedudukan
|
SK.No.166 Tahun 2002
|
6.
|
Tarunabumi
|
Pertanian
|
SK.No.078 Tahun 1984
|
7.
|
Wanabakti
|
Kehutanan
|
SK.No.005 Tahun 1984
|
STRUKTUR ORGANISASI SATUAN KARYA
ATRIBUT DI AMBALAN
Merupakan
Atribut yang dipergunakan dilingkungan Golongan Penegak, antara lain:
1.
Badge Ambalan.
2.
Tanda Jabatan Pradana, Peminpin Sangga, wakil
Pemimpin Sangga.
3.
Tanda Jabatan Dewan Ambalan
4.
Tanda Sangga.
5.
Tanda Kecakapan Umum Penegak :
Bantara ( Laksana Blm Tercantum)
TANDA TUTUP KEPALA
Tanda
Tutup Kepala :
1.
Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang
puteri dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.
2.
Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa
wanita, dipasang pada pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici
tersebut.
3.
Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan
Pramuka Penegak Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret,
disebelah atas pelipis kiri pemakainya.
4.
Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria,
dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm
dari sisi atas pici yang bersangkutan.
TANDA KECAKAPAN PRAMUKA GARUDA
TANDA
JABATAN PEMIMPIN BAGI PESERTA DIDIK
Tanda
Pemimpin Barung (Utama) dan Wakilnya :
a.
Tanda Pemimpin Barung Utama, Pemimpin Barung
dan Wakilnya dibuat dari kain, berbentuk “Janur” (daun kelapa) berwarna hijau,
tiap janur berukuran panjang 5 cm lebar 0,7 cm dan jarak tiap janur 0,5 cm.
b.
Pemimpin Barung Utama memakai tiga helai janur hijau.
c.
Pemimpin Barung memakai dua helai janur hijau.
d.
Wakil Pemimpin Barung memakai satu
helai janur hijau.
Tanda
Pemimpin Regu (Utama) dan Wakilnya :
a.
Tanda Pemimpin Regu Utama (Pratama) Pemimpin
Regu dan Wakilnya sama dengan di atas, dengan janur berwarna Merah
b.
Pemimpin Utama (Pratama) memakai tiga helai janur merah
c.
Pemimpin Regu memakai dua helai janur merah.
d.
Wakil Pemimpin Regu memakai satu helai janur
merah.
Tanda
Pemimpin Sangga (Utama) dan Wakilnya :
a.
Tanda Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga
dan Wakilnya sama dengan di atas, dengan janur berwarna kuning.
b.
Pemimpin Sangga Utama memakai tiga helai
janur kuning.
c.
Pemimpin Sangga memakai dua helai janur
kuning.
d.
Wakil Pemimpin Sangga memakai satu helai
janur kuning.
Tanda Pemimpin Satuan Pandega
(bila diperlukan) :
a.
Bahan, bentuk dan ukuran sama di atas, dengan
janur berwarna coklat tua.
b.
Koordinator Pemimpin Satuan memakai tiga
helai janur coklat tua.
c.
Pemimpin Satuan memakai dua helai janur
coklat tua.
d.
Wakil Pemimpin Satuan memakai satu helai
janur coklat tua.
Tanda Harian Gerakan Pramuka berbentuk
gambar tunas kelapa, dibuat dari logam berwarna kuning emas, tanpa bingkai
dan tanpa
dasar.
Tanda Harian Gerakan Pramuka dikenakan pada pakaian sehari-hari, dan tidak dibenarkan pakaian seragam Pramuka, dilekatkan pada leher baju sebelah kiri, atau di dada sebelah kiri kira-kira 4 - 5 cm di atas saku.
Tanda Harian Gerakan Pramuka dikenakan pada pakaian sehari-hari, dan tidak dibenarkan pakaian seragam Pramuka, dilekatkan pada leher baju sebelah kiri, atau di dada sebelah kiri kira-kira 4 - 5 cm di atas saku.
T E K P R A M
1.
KOMPAS
Kompas adalah alat bantu untuk
menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang penting
antara lain :
1.
Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada
permukaan jam.
2.
Visir, yaitu pembidik sasaran
3.
Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka
4.
Jarum penunjuk
5.
Tutup dial dengan dua garis bersudut 45
6.
Alat penggantung, dapat juga digunakan
sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.
Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya
KODE/TERTULIS
|
ARTI
|
DERAJAT/ANGKA
|
Nort
|
Urata
|
0/360
|
Nort East
|
Timur Laut
|
45
|
East
|
Timur
|
90
|
South East
|
Tenggara
|
135
|
South
|
Selatan
|
180
|
South West
|
Barat Daya
|
225
|
West
|
Barat
|
270
|
Barat Laut
|
325
|
Cara
Menggunakan Kompas
1.
Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum
kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
2.
Bidik sasaran melalui visir dengan kaca
pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50 di
mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka
pada dial.
3.
Apabila visir diragukan karena kurang jelas
dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada tutup dial
ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca
pembesar.
2.
PETA PANORAMA
Tujuan dari pembuatan peta
panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau
sudut pandang tertentu.
Peralatan yang perlu
dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :
1.
Pensil Teknik 2B
2.
Penggaris panjang
3.
Kertas buffalo
4.
Kompas bidik
5.
Meja kerja
Yang harus diperhatikan dalam
pembuatan peta panorama ini adalah :
1.
Arah Pandang atau Sudut Pandang
Batas sudut pandang yang diberikan dalam pembuatan peta
panorama dapat berupa satu sudut atau dua sudut sebagai arah untuk penggambaran
panorama atau pemandangannya. Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi
masalah yang berarti karena kita tinggal membidik sudut yang telah ditetapkan
tersebut untuk batas penggambaran panorama. Untuk satu sudut pandang maka untuk
menentukan batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar panorama
kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30 untuk daerah kanan dan
mengurangi sudut tersebut dengan 30 untuk daerah kiri. Kemudian baru
menggambar peta panoramanya.
2.
Penggambaran Batas Daerah
Setelah diketahui batas daerah yang akan digambar, maka
langkah selanjutnya adalah membuat sket batas daerah satu dengan daerah
lainnya, antara satu perbukitan dengan perbukitan atau perumahan dan lain
sebagainya. Untuk penggambaran sket ini dibuat setipis mungkin karena hanya
untuk pembatas dalam pembatas dalam penafsiran nanti.
3.
Pembuatan Arsiran
Untuk pembuatan arsiran ini merupakan
tahapan penting dalam membuat peta panorama. Yang perlu diperhatikan adalah
untuk daerah yang dekat dengan pandangan kita maka arsirannya dibuat berdekatan
sekali, demikian seterusnya sampai pada daerah terjauh atau lapis paling atas
dibuat renggang. Arsiran horisontal dipergunakan untuk daerah lautan, arsiran
tegak atau vertikal untuk gunung, sedangkan untuk daerah yang landai (seperti
perumahan, pepohonan) maka arsirannya dibuat agak miring (mendekati
horisontal), untuk daerah yang agak curam (seperti perbukitan atau jurang
terjal) maka arsiran dibuat miring mendekati tegak.
4.
Pembuatan Arah Utara
Arah utara ini diperlukan untuk mengetahui posisi
menggambar kita dan juga sekaligus sebagai koreksi apakah arah yang digambar
itu sudah benar. Biasanya arah utara dibuat pada posisi pojok kiri atas dengan
gambar anak panah dan arahnya disesuaikan dengan arah kompas
5.
Penulisan Sudut Batas dan Keterangan Batas
Untuk sudut pandang sebelah kiri dan
kanan hendaknya dicantumkan sekaligus dengan keterangan gambar yang sesuai
dengan keadaan kemudian jangan lupa untuk memberikan penomeran pada masing-masing
daerah sehingga mempermudah untuk pemberian keterangan nantinya.
Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh
berikut ini.
3.
PETA PITA
Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan
keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini
adalah :
a.
Pensil Teknik 2B
b.
Penggaris panjang
c.
Kertas pita peta
d.
Kompas bidik
e.
Meja kerja
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :
1.
Penentuan Skala
Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh
selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.
2.
Pembuatan Keterangan
Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama
melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah
kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan
penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah
dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan
tulisan.
3.
Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu
Arah utara digambarkan sesuai dengan
arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala
yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat
berangkat dan tiba di setiap belokan.
Untuk pembuatan peta pita, setiap
pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya
sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar
di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan
contoh berikut
4.
PETA LAPANGAN
Tujuannya untuk menggambarkan keadaan atau kondisi suatu
lapangan dan daerah sekitarnya dalam skala yang lebih kecil.
Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta
lapangan ini adalah :
1.
Pensil Teknik 2B
2.
Penggaris panjang
3.
Busur derajat
4.
Kertas buffalo
5.
Kompas bidik
6.
Meja kerja
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta
lapangan.
1.
Penentuan Skala
Hal ini berkaitan erat dengan luas lapangan yang akan
digambar dan kertas gambar yang akan dipergunakan sehingga apa yang ada di
lapangan dan daerah sekitarnya yang dekat dengan lapangan tersebut dapat
tergambar semuanya.
2.
Penentuan Batas dan Sudut Batas Lapangan
Setelah diketahui batas lapangannya maka batas-batas
tersebut dibidik dari tengah lapangan dengan kompas bidik untuk diketahui
berapa sudut batas lapangan tersebut. Penggambaran peta lapangan harus
menghadap ke utara.
3.
Pengukuran Jarak dari Pusat ke Sudut Batas Lapangan
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat
bantu agar diketahui dengan pasti jarak antara pusat dengan sudut lapangan dan
juga jarak antara sudut yang satu dengan sudut yang lainnya.
4.
Penggambaran lapangan
Pengerjaan terakhir adalah menggambarkan sket yang telah
didapat dari pengukuran-pengukuran tadi ke dalam kertas gambar. Untuk
mempermudah pemberian keterangan diberi penomeran pada tiap sudut dan
keterangan lainnya.
Untuk lebih jelasnya dapat
diperhatikan gambar peta lapangan berikut :
SMAPHORE
Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima
berita dengan menggunakan 2 bendera, dimana masing-masing bendera tersebut
berukuran 45 cm x 45 cm. Sedangkan warna yang sering dipergunakan adalah merah
dan kuning dengan warna merah selalu berada dekat tangkainya.
Trik Mudah Kuasai
Semaphore
Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk dapat menguasai
isyarat semaphore dengan cepat dan mudah.
MORSE
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah
cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya
pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia
tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.
Semboyan morse dapat dilakukan dengan
berbagai cara antara lain :
1.
Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
2.
Sinar yaitu dengan menggunakan senter
3.
Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan setrip (-)
4.
Bendera yaitu dengan bendera morse.
Berikut ini adalah kode morse yang
telah disepakati bersama.
PIONERING
A.
BIDANG TALI TEMALI
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali,
simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah
bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah
hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan
sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
1.
Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung
tali tidak mudah lepas
2.
Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali
yang sama besar dan tidak licin
3.
Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali
yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4.
Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali
yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5.
Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6.
Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali
yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7.
Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau
menurunkan benda atau orang pingsan
8.
Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9.
Simpul laso
Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Macam Ikatan dan Kegunaannya
1.
Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang,
akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai
suatu ikatan.
2.
Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang
diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang
supaya tidak tercekik.
3.
Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau
benda lainnya yang berbentuk ring.
4.
Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu
tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk
melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan
untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai
suatu ikatan.
5.
Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada
suatu tiang, kemudian mudah untuk
membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang
atau pohon.
6.
Ikatan turki
7.
Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan
leher
8.
Ikatan palang
9.
Ikatan canggah
10.
Ikatan silang
11.
Ikatan khaki tiga
Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.
B.
MENARA PANDANG
Tentu saja untuk membuat menara
pandang ini dibutuhkan bambu yang sudah dipersiapkan dengan ukuran kecil dan
benang kasur secukupnya. Nah untuk jenis simpul atau ikatannya tentunya anda
bisa melihat di bab pionering. Membuat menara pandang termasuk salah satu kegiatan
ketrampilan pioneering
MENAKSIR
a.
Menaksir Lebar
Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan
antara lain :
1.
Melempar Tali
Cara ini bisa dikatakan mudah
apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk
melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur
tersebut diukur panjangnya.
2.
Cara Segitiga
Cara ini digambarkan sebagai berikut :
Rumus :
Jika A = B maka C = D
Dimana C adalah lebar sungai yang
dapat diukur dari panjang D atau cara segitiga berikut :
b.
Menaksir Tinggi
Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada
bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi
dapat diberikan sebagai berikut :
1.
Metode Segitiga
Rumus :
Keterangan
A : Jarak
pohon dengan tongkat
B :
Jarak tongkat dengan mata pengamat
C :
Panjang/Tinggi tongkat/pembanding
D :
Tinggi pohon
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
(PP3k)
Pendahuluan
1.
Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan
salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal
pengalaman :
a. Kewajiban
diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
b.
Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c.
Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di
masyarakat
2.
Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan
seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan
bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain
pada pasien yang :
a.
Berhenti bernafas
b.
Pendarahan parah
c.
Shok
d.
Patah tulang
3.
Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan
Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai
selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan
keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong
orang lain yang mengalami kecelakaan.
1. Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
a. P3K
bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya
berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.
Cara yang paling praktis dan efisien untuk
menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke
paru-paru korban.
Langkah-langkah pertolongan dengan
napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :
1.
Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu
mendongak ke atas
2.
Rahang ditarik sampai mulut terbuka
3.
Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban
rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat
juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan
mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
4.
Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
a.
Orang dewasa secara teratur dan kuat
ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
b.
Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit
b. P3K bagi korban
Sengatan Listrik
1.
Penolong hendaknya berdiri di atas karet,
karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering
2.
Gunakan tongkat kering/papan kering untuk
menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
3.
Setelah kontak dengan aliran listrik tiada
lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis dating
c. P3K
bagi pasien yang menderita pendarahan parah
1.
Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang
steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan
sampai pendarahan berhenti.
Untuk
menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa
steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya
sudah dicuci dan disetrika.
Kalau
tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju
kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak
terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih
berbahaya daripada resiko infeksi.
2.
Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan
karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan
adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air
yang sudah dimasak.
3.
Pada semua kasus pendarahan serius, penderita
selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi
yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan
termasuk ikat pinggang.
d.
Pertolongan Pertama Mengurangi Shok
1.
Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali
disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok
merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya
peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ
penting.
2.
Tanda-tanda Shok
a.
Denyut nadi cepat tapi lemah
b.
Merasa lemas
c.
Muka pucat
d.
Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan
telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
e.
Merasa haus
f.
Merasa mual
g.
Nafas tidak teratur
h.
Tekanan darah sangat rendah
3.
Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan
cara :
a.
Menghentikan pendarahan
b.
Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
c.
Memberi nafas buatan
d.
Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling
menyenangkan
4.
Langkah - langkah Pelaksanaan Pertolongan
Pertama Mengurangi Shok :
a.
Baringan korban dengan posisi kepala sama
datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah
ke jantung dan otak.
b.
Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas
posisi kepala.
c.
Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
usahakan pasien tidak melihat lukanya
d.
Pasien/penderita yang sadar, tidak muntah dan
tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :
ü 1 sendok teh garam
dapur
ü ½ sendok teh tepung
soda kue
ü 4-5 gelas air
ü
dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi
kental/teh
e.
Perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab
rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok
yang lebih parah.
f.
Cepat-cepat
panggil dokter
e.
P3K patah tulang
1.
Tanda-tanda patah tulang
a.
Penderita tidak dapat menggerakkan bagian
yang luka
b.
Bentuk bagian yang terkena tampak tidak
normal
c.
Ada rasa nyeri kalau
digerakkan
d.
Kulit tidak terasa kalau disentuh
e.
Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit
yang luka
2.
Pedoman umum pertolongan pertama
terhadap patah tulang
a.
Pada umumnya patah tulang tidak
pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi
penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu
penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.
b.
Kalau korban harus dipindahkan dari
tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau
ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
c.
Kemudian lakukan memeriksa apakah ada
luka-luka lainnya :
Ø hentikan pendarahan
serius yang terjadi
Ø
usahakan korban terhindar dari hambatan
pernapasan
Ø upayakan lalu lintas
udara tetap lancer
Ø
jika
diperlukan buatlah nafas buatan
Ø jangan meletakkan
bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga
agar leher tidak bergerak
d.
Kalau bantuan medis terlambat, sedang
penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.
Pasanglah
selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.
3.
Macam-macam patah tulang dan pertolongan
pertamanya
a.
Patah lengan bawah Pergelangan Tangan
Ø Letakkan perlahan-lahan
lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan
lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada
Ø Siapkan 2 pembelat (
bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian
dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar
Ø Usahakan pembelat
merentang dari siku sampai ke punggung jemari
Ø Aturlah gendongan
tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10
cm dari siku
b.
Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)
Ø
Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping
tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
Ø
Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak
tangan menempel perut
Ø
Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah
berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di
atas dan di bawah bagian yang patah
Ø
Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke
lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada
dan belatan (bidai)
c.
Patah Tulang Lengan Bawah
Letakkan pembelat (bidai)
berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.
d.
Patah Tulang di paha
Ø Patah tulang di paha
sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
Ø
Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
Ø Siapkan 7 pembalut
panjang dan lebar
Ø Gunakan 2 pembelat
papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk
Ø Panjang pembelat untuk
bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk
bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.
2.
Pembalut dan Pembalutan
1.
Pembalut
Macam-macam pembalut :
a.
Pembalut kasa gulung
b.
Pembalut kasa perekat
c.
Pembalut penekan
d.
Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
e.
Gulungan kapas
f.
Pembalut segi tiga (mitella)
2.
Pembalutan
a.
Pembalutan segitiga pada kepala, kening
b.
Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau
kaki
c.
Pembungkus segitiga untuk membuat gendongan
tangan
d.
Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi
e.
Pembalutan spiral pada tangan
f.
Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke
tangan atau pergelangan tangan yang cidera.
3.
Budaya Hidup Sehat
Dalam kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki
budaya hidup sehat, dengan jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :
1.
Selalu menjaga kebersihan badan, misalnya pemeliharaan kuku,
tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi, dsb.
2.
Menjaga dan menciptakan kesegaran jasmani dan kesehatan badan,
dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam pagi, jogging, melatih
pernapasan, minum air putih, dsb.
3.
Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan ketangkasan jasmani dengan
berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang laying, dsb.
4.
Menjaga kebesihan makanan dan minuman, serta meningkatkan
pengetahuan tentang gizi.
5.
Selalu menciptakan kebersihan rumah dan
peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah
6.
Memahami berbagai macam penyakit dan
penanggulangannya.
Kegiatan Ketrampilan P3K bagi peserta
didik merupakan alat pendidikan watak yang akan dapat meningkatkan ketahanan
mental-moral-spiritual, pisik, intelektual, emosional, dan social; serta dapat
menambah rasa percaya diri, tanggung jawab dan kepedulian kepada orang lain.
SANDI/PESAN
RAHASIA
Sandi/pesan rahasia dapat dibuat sedemikian banyak sesuai
dengan kesepakatan masing-masing satuan
BERKEMAH
PERALATAN KEMAH
Sebelum berkemah hedaknya pahami dulu apa
tujuan berkemah, apakah sekedar rekreasi atau berkemah dengan banyak acara
kegiatan. Lalu apa saja yang harus dibawa ?
Dan
perlengkapan tersebut adalah :
1.
Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti
air.
2.
Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan
bahan yang kuat dan mempunyai banyak kantong.
3.
Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk
penahan dingin dan sholat, bagi yang beragama islam.
4.
Jaket tebal.
5.
Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur
(matras).
6.
Pakaian cadangan
7.
Peralatan makan
8.
Peralatan mandi
9.
Peralatan masak
10.
Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata
kaki.
11.
Kaos kaki; membawa cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.
12.
Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan
dingin.
13.
Topi.
14.
Senter; selain utnuk penerangan, berguna juga
untuk memberi isyarat.
15.
Peluit; berguna untuk berkomunikasi.
16.
Korek api; baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan
dalam tabung bekas film agar aman.
17.
Jas hujan.
18.
Obat-obatan pribadi.
Kalau
ingin berkemah tenda merupakan kebutuhan
utama dan sebelum berangkat tenda diperiksa dahulu apakah masih bagus
atau sudah banyak dengan lubang/ robek. Berapa
kebutuhan tali dan pasak serta tongkat/ bambu untuk mendirikan tenda.
Jika Kotor tenda harus dicuci dahulu, agar dapat ditempati dengan nyaman dan
sehat. Sebelum berangkat, perlengkapan/ barang di cek, jangan ada yang
teringgal.
Dalam berkemah harus tahu tujuan, kebutuhan, kondisi dan
situasi saat ini. Waktu lama berkemah, dan lokasi tujuan ikut menentukan
barang apa saja yang harus dibawa (disesuaikan).
TANDA – TANDA ALAM
Pramuka adalah juga pecinta alam lalu saking cintanya maka harus
mengenal tentang alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita
yang sering kita temui saat berkemah :
1.
Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung
tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu
baik.Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu,
apabila kemarin ada hujan.Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada
pagi hari bertanda cuaca baik.Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari
bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.
2.
Awan
Apabila langit diliputi awan
yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.
3.
Matahari
Apabila matahari terbit
berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan,
apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik. Matahari terbit
dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna
merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam
dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna
merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari
terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.
4.
Bintang
Apabila pada malam hari bintang
di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik,
sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.
5.
Bulan
Apabila terlihat terang dan
bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti
hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih
(halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6.
Binatang
Apabila kita perhatikan naluri
binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan
tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka,
antara lain :
a.
Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca
akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.
b.
Semut
Akan tetap di dalam lubangnya
bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir
bertanda cuaca akan tetap baik.
c.
Lebah
Dengan
melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari
sarangnya/peternakan.
d.
Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka
mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam
berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di
tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang
hujan.
e.
Cacing
Apabila
pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan
turun hujan.
f.
Lintah
Kita dapat membuat barometer
dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah
melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap
membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu
yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas
sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.
g.
Ikan
Akan
melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.
h.
Burung Kepinis
Pada waktu
cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula
terbangnya.
Apabila
terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan. Bila cuaca buruk di pagi
hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.
i.
Kelelawar
Mereka akan terbang mulai senja
hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.
Bila
mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.
j.
Asap
Bila asap naik dengan tegak
lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila
asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung
